Sabtu, 12 November 2011

Klasifikasi Anak TunaLaras

Klasifikasi anak tunalaras secara garis besar menjadi dua, yaitu:
  1. Anak yang mengalami kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan
  2. Anak yang mengalami gangguan emosi
Tiap jenis anak tersebut dapat dibagi lagi sesuai dengan besar dan ringannya kelainan yang dialaminya.

Sehubungan dengan itu, William M. Cruickshank (1975 : 567) mengemukakan bahwa mereka yang mengalami hambatan sosial dapat diklasifikasikan kedalam kategori sebagai berikut :

1. The Semi-Socialize Child
Anak yang termasuk kelompok ini dapat mengadakan hubungan sosial, tetapi terbatas pada lingungan tertentu, misalnya : keluarga dan kelompoknya. Keadaan ini terjadi pada anak yang datang dari lingkungan yang menganut norma-norma tersendiri, yang mana norma tersebut bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

2. Children Arrested at a Primitive Level or Socialization
Anak pada kelompok ini dalam perkembangan sosialnya berhenti pada level atau lingkaran yang rendah. Mereka adalah anak yang tidak pernah mendapat bimbingan ke arah sikap sosial dan terlantar dari pendidikan, sehingga ia melakukan apa saja yang dikehendakinya. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya perhatian dari orang tua yang berakibat dari perilaku anak kelompok ini cenderung dikuasai oleh dorongan nafsu saja.

3. Children with Minimum Socialization Capacity
Anak kelompok ini tidak mempunyai kemampuan sama sekali untuk belajar sikap-sikap sosial. Ini disebabkan oleh pembawaan kelainan atau anak tidak pernah mengenal hubungan kasih sayang sehingga anak pada golongan ini banyak bersifat apatis dan egois.

Demikian pula anak yang mengalami gangguan emosi dapat diklasifikasikan menurut berat/ ringannya masalah atau gangguan yang dialaminya. Anak ini mengalami kesulitan dalam menyesuaikan tingkah laku dengan lingkungan sosialnya karena ada tekanan-tekanan dari dalam dirinya, adapun anak yang mengalami gangguan emosi diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Neorotic Behaviour (Perilaku Neurotik)

Anak pada kelompok ini masih bisa bergaul dengan orang lain akan tetapi mereka mempunyai permasalahan pribadi yang tidak mampu diselesaikannya. Mereka sering dan mudah sekali dihinggapi perasaan sakit hati, perasaan marah, cemas dan agresif, serta rasa besalah. Disamping juga kadang-kadang mereka melakukan tindakan lain seperti yang dilakukan oleh anak Unsocialized (mencuri, bermusuhan), anak pada kelompok ini dapat dibantu dengan terapi seorang konselor.
Keadaan neurotik ini biasanya disebabkan oleh keadaan atau sikap keluarga yang menolak atau sebaliknya, terlalu memanjakan anak serta pengaruh pendidikan yaitu karena kesalahan pengajaran atau juga adanya kesulitan belajar yang besar.

2. Children with Psychotic Processes
Anak pada kelompok ini mengalami gangguan yang paling berat sehingga memerlukan penanganan yang lebih khusus. Mereka sudah menyimpang dari kehidupan yang nyata, sudah tidak memiliki kesadaran diri serta tidak memiliki identitas diri. Adanya ketidaksadaran ini disebabkan oleh gangguan pada sistem syaraf sebagai akibat dari keracunan, misalnya minuman keras dan obat-obatan.