Tampilkan postingan dengan label Other. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Other. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2012

8 Jenis-jenis Intelegensi

1. Intelegensi Lingusitik
2. Logis-matematis
3. Visual-spasial
4. Kinestik
5. Musik
6. Naturalis
7. Interpersonal
8. Intrapersonal

Rabu, 03 Oktober 2012

Program Pembelajaran Individual


1.   Pengertian Program Pembelajaran Individual
Program Pembelajaran Individual (PPI) adalah suatu program pendidikan dalam bentuk pernyataan tertulis, untuk setiap siswa Anak Berkebutuhan Khusus yang dikembangklan berdasarkan hasil pertemuan Tim Pengembang PPI.

2.   Isi Program Pembelajaran Individual
a.   Pernyataan tentang taraf kinerja anak saat ini
b.   Pernyataan tentang tujuan umum dan tujuan khusus pembelajaran untuk jangka waktu tertentu (1  Semerter / 2 Semester)
 c.  Pernyataan tentang bentuk layanan khusus yang tersedia bagi setiap siswa dengan kebutuhan khusus dan perluasan untuk mengikuti program regular.
 d.   Proyeksi waktu yang digunakan untuk memulai kegiatan dan antisipasi waktu pelayanan
 e.   Kriteria pencapaian tujuan pembelajaran dan prosedur evaluasi

3.   Kegunaan Program Pembelajaran Individual
Program Pendidikan Individu untuk menjamin bahwa siswa dengan kebutuhan khusus memiliki suatu program yang diindividualkan untuk mempertemukan kebutuhan untuknya dan mengkomunikasikan secara tertulis kepada individu-individu yang berkepentingan.

4.   Langkah-langkah Pengembangan Program Pembelajaran Individual
a.      Membentuk Tim
b.     Membentuk Asesmen kekuatan, kelemahan dan minat anak
c.      Membentuk tujuan umum (jangka panjang) dan tujuan khusus (jangka pendek) pembelajaran.
d.     Membentuk prosedur dan metode pembelajaran
e.      Membentuk metode evaluasi kemampuan anak

5.   Tim Program Pembelajaran Individual
a.      Guru Pendidikan Khusus
b.     Guru regular/ guru kelas
c.      Diagnostician
d.     Kepala sekolah
e.      Orang tua
f.       Siswa yang bersangkutan (apabila diperlukan)
g.     Spesialis lain (konselor, guru musik, guru seni, guru olahraga dan lain-lain



Sumber : Mata kuliah Identifikasi dan Asessmen ABK II , oleh Drs. Munawir Yusuf, 3 Oktober 2012

Senin, 26 September 2011

Paralympic

Paralympic adalah hasil sebuah kerja panjang yang sudah dimulai sejak 1948 oleh Sir Ludwig Guttman, anggota Organisasi Kompetisi Olahraga Dunia yang juga veteran Perang Dunia II. Impiannya untuk menyelenggarakan Paralympic terwujud pada 1960, dengan diselenggarakannya Paralympic pertama kali di Roma. Namun, baru pada 1976 terjadi penambahan cabang kejuaraan bagi penyandang cacat dan diselenggarakan Olimpiade penyandang cacat musim panas, yang bertempat di Swedia.
Adapun cabang yang dipertandingkan antara lain adalah panahan, atletik, basket, sepak bola, sepeda, berkuda, anggar, judo, angkat berat, berlayar, tenis meja, tenis, renang, dan voli. Setiap cabang olahraga punya kategori tingkat kecacatan. Namun, umumnya, pertandingan cabang tersebut diikuti penyandang cacat tubuh yang tidak dapat melaksanakan fungsi tubuh secara baik, seperti yang mengalami amputasi atau kehilangan pergelangan kaki dan tangan. Kategori ini memiliki jumlah peserta terbanyak, seperti pada cabang atletik, tenis, voli, renang, angkat besi, menembak, dan panahan.
Kategori lainnya adalah penyandang cacat yang diakibatkan ketidakmampuan fungsi otak yang melumpuhkan anggota tubuh. Mereka adalah para pemakai kursi roda. Cabang olahraga seperti basket (dengan kursi roda), rugby, panahan, anggar, tenis, dan voli termasuk kategori ini.
Yang tak kalah penting adalah kategori intelektualitas penyandang cacat tubuh. Yang masuk kategori ini adalah atlet yang punya keterbatasan inteligensi, atau IQ 70, yang mengakibatkan keterbatasan komunikasi. Kategori ini pun meliputi ketidakmampuan sosial yang mengganggu aktivitas normalnya. Olahraga basket, bola gawang, sepak bola, dan voli termasuk kategori ini. Yang tak kalah penting adanya penggolongan berdasarkan tingkat kecacatan. Misalnya, B1 untuk atlet buta total, B2 untuk atlet yang mengalami penglihatan terbatas, dan B3 untuk penglihatan kurang.
Di Olimpiade ini, perolehan medali emas terbanyak dipegang Australia, dengan 149 medali. Menyusul di belakang tuan rumah adalah Inggris, Spanyol, Kanada, dan Amerika Serikat. Beberapa atlet penyandang cacat yang mencuat di Olimpiade ini antara lain adalah Paola Fantato, pemanah tunggal putri asal Italia, yang mengantongi medali emas. Dari Amerika Serikat, atlet sepeda Neal Thomas menjadi pujaan penonton.
Sementara itu, tuan rumah Australia memiliki David Hall, petenis tunggal yang menggunakan kursi roda. Lewat ayunan raketnya, Hall tercatat sebagai petenis pertama peraih medali emas dari Negeri Kanguru. Perenang belia Siobhan Paton dari Australia sangat dielu-elukan pada cabang renang. Maklum, perenang berusia 17 tahun ini termasuk penyumbang emas yang berhasil mengumpulkan poin kemenangan.
Sayangnya, di balik sederetan prestasi, kasus doping terjadi juga di arena ini. Michael Ridding, pejabat medis Komite Paralympic Internasional (IPC), mengumumkan bahwa empat atlet angkat besi dari beberapa negara diskors karena kedapatan mengonsumsi doping.

Kamis, 15 September 2011

Orang tua adalah seperti sebuah gunung


Pada suatu hari yang cerah, terang dan indah, langit yang biru memberikan sebuah latar belakang yang sempurna untuk awan-awan putih yang gemuk seperti kapas.
Seorang anak melangkah untuk pertama kalinya di atas tanah berumput di alun-alun kota dengan dipandangi oleh mata orang  tua mereka.
Anak itu berjalan terhuyung-huyung.
Satu, dua, tiga langkah .... ups, dia terjatuh.
Kesini sayang, diamlah dan jangn menagis. Kamu sangat berani, kesinilah, ayo berdiri lagi.
Ayo sayang, melangkah lagi. Satu langkah, dua langkah .... dia terjatuh lagi tapi dia berdiri lagi.
Wajah lugu anak itu mencoba berkonsentrasi, orang tuanya diselimuti kegembiraan. Ini merupakan sebuah gambaran yang harmonis dan merupakan sebuah ilustrasi pendidikan yang terlalu mengagumkan untuk dikatatan.
Setiap anak dapat belajar untuk berjalan dengan sukses diantara semangat dan persetujuan orang tuanya. Ini juga merupakan suatu atmosfere yang santai sehingga dia dapat tumbuh dan berkembang dengan bahagia.
Saat orang tua mengajari anak untuk berjalan, mereka secara naluriah menunjukkan sikap untuk mengizinkan adanya kegagalan karena kepercayaan bahwa anak itu “dapat melakukannya”. Kepercayaan yang kuat ini akan membuat anak semakin percaya diri yang dapat membantu ia bangun sendiri saat ia terjatuh, jadi, dia pasti akan belajar untuk melangkah satu demi satu. Kepercayaan orang tua itu ditunjukkan secara jelas didalam tindakan dan senyuman mereka. Seorang anak akan tumbuh dan berkembang dengan bahagia jika dia diberikan sikap yang positif ini, saat dia menyerap nutrisi emosional ini. Untuk keadaan tertentu, anda bahkan dapat mengatakan bahwa anak ini menikmati kegagalannya. Benar-benar mentalitas membiarkan kegagalan dan tidak takut atas kegagalan inilah yang menuntun anak menuju kesuksesan.
Saat mereka mengajari anak untuk berjalan, orang tua itu seperti sebuah gunung, menawarkan kekuatan dan dukungan yang tak terbatas pada anak.
Kegagalan adalah sebuah pelajaran di dalam hidup yang harus dihadapi oleh setiap anak. Tetapi bagaimana seorang anak belajar unutk menghadapinya adalah sebuah refleksi dari sikap orang tuanya. Lebih rileks lingkungan belajarnya, maka anak itu akan lebih tidak takut pada kegagalan. Namun semakin ketat lingkungan belajarnya, semakin takut anak untuk menghadapi suatu kegagalan.
Anak-anak dapat dikatakan memiliki sebuah “mentallitas kura-kura”. Seekor kura-kura kecil yang ingin tahu, mengeluarkan kepala dari cangkangnya. Jika kura-kura ini merasa aman, maka kura-kura itu akan menjelajahi dunia dengan bebas, tetapi jika kura-kura itu merasa terancam, kura-kura itu akan langsung masuk kedalam cangkangnya. Apabila kura-kura ini merasa bahaya setiap kali mengeluarkan kepala dari cangkangnya, maka secara bertahap ia tidak akan memiliki semangat untuk keluar dari cangkangnya lagi.
Jadi, menurut saya, jangan lah takut pada sebuah kegagalan, karena kegagalan merupakan awal dari sebuah kesuksesan.